Sabtu, 04 Februari 2012

Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup


Pembicara: Bpk Pdt Keintjem

Yohanes 14:6
          Kata Yesus kepadanya: ” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.   
       
            Keselematan adalah salah satu janji Allah kepada orang percaya. Dan hal ini pula yang dinantikan atau diinginkan oleh semua orang. Dan cara untuk mencapainya adalah melalui Yesus (Yohanes 14:6)Yesuslah satu – satunya jalan menuju pada keselamatan itu. Dan tidak ada jalan lain yang bisa dilalui untuk mencapai keselamatan itu. Dan juga barangsiapa yang tinggal didalam Yesus ia dapat berbuah, karna Yesus adalah pokok-Nya. Yang dimana tanpa Yesus tidak bisa berbuat apa – apa (Yohanes 15:5). Jadi untuk tetap tinggal didalam Yesus bearti harus mengerti apa yang dikehendaki Allah atas hidup kita, dengan cara membaca Firman-Nya, sbab Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1). 
Kemudian pada saatnya nanti akan datang sebuah masa dimana manusia yang haus akan kebenaran firman Allah tapi tidak bisa/dapat menemuinya lagi (Amos 8:14).
Yang Tuhan mau didalam hidup kita dalam berjalan menuju pada keselamtan ini adalah tidak cuman memikirkan kebutuhan jasmani saja, melainkan kebutuhan rohani; Jangalah mencobai Tuhan; berbakti dan beribadah hanya kepada Yesus bukan ilah yang lain. Semua ini telah Yesus contohkan ketika Ia sedang mengalami pencobaan dipadang gurun (Matius 4:4-10). Dan terakhir haruslah beribadah kepada Tuhan Allahmu, maka engkau akan diberkati (Keluaran 13:15).

Kamis, 19 Januari 2012

Nasihat Supaya Berdoa Setiap Hari


Pembicara: Pdt David

1 Tesalonika 5:17
        Tetaplah Berdoa.

Berdoa adalah nafas bagi umat Tuhan. Begitulah apa yang dikatakan firman Allah. Pada kesempatan kali ini Tuhan manasihatkan supaya tetap berdoa dan bergumul bersama dengan Tuhan (Roma 15:30). Karena didalam Doa ada permohonan saudara dan saya yang disampaikan kepada Tuhan, maka dari itu berdoalah dengan tidak putus – putusnya dan setiap waktu (Efesus 6:18). Dan didalam Doa yang panjatkan kepada Tuhan sebaiknya bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau apa yang diharapkan atau inginkan. Tapi juga untuk sesama terutama untuk orang – orang seiman (Kolose 4:3). Sebagai contoh adalah Yosua yang menjadi pemimpin bangsa israel pengganti musa yang ketika itu bertempur dekat Gibeon merebut bagian selatan kanaan. Pada saat itu pula yosua dalam berperang, tetap berdoa dan kemudian Allah berfirman jangan takut (Yosua 10:8). Dan benar bahwa Allah membuat yosua menang dalam pertempuran itu (Yosua 10:7-10). Dan sebagai pesan terakhir adalah senantiasalah berdoa dan bersabar hingga Tuhan datang ke 2 kali (Yakobus 5:7-8).

Resolusi Tahun 2012


Pembicara: Bpk. Chandra

Ulangan 8:1-20
          Sebuah resolusi dibutuhkan untuk sebagai langkah awal menuju sebuah tujuan yang ingin dicapai. Belajar dari perjalanan bangsa israel dalam perjalananya keluar dari tanah mesir hingga masuk ke negri yang dijanjikan oleh Allah kepada bangsa israel tersebut. Maka ada dua resolusi besar yaitu Bersyukur atas suka dan duka serta Memperhatikan Peringatan – Peringatan tersebut.
            Bersyukur atas suka dan duka, bersyukurlah dalam segala hal, seperti itulah yang Tuhan inginkan dalam kehidupan setiap  manusia. Seperti bangsa israel yang dalam perjalanannya menuju ke negri yang telah dijanjikan Tuhan, mengalami banyak suka dan duka. Tapi penyertaan Tuhan tetap ada untuk bangsa israel ini, begitupula saudara.
            Memperhatikan Peringatan – Peringatan Tuhan, menurut ayat 8, janganlah lupa pada Tuhan dan tetap berpegang pada peraturan dan ketetapan-Nya.

Rabu, 18 Januari 2012

Kasih Pasti Memberi


Pembicara: Bp Jusuf

1 Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

          Pepatah mengatakan lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah yang artinya adalah lebih memberi daripada menerima. Dan sesungguhnya lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis 20:35b). serta Allah itu identik dengan kasih, itu dibuktikan-Nya dengan diberikan-Nya Anak-Nya yang tunggal (Yoh 3:16, Yoh 1:29).
Empat hal tentang memberi yaitu:
Pertama memberi adalah perintah Tuhan, Seperti yang tertulis dalam Lukas 6:36 Hendaklah Kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
Kedua  adalah Memberi adalah jalan untuk menerima kasih Allah. Jadi dengan memberi kepada orang lain lain bearti Tuhan telah berutang kepada kita, dan Tuhan tidak ingin berutang, makanya Tuhan akan mengembalikanya berlipat kali ganda.
Ketiga Memberi harus dengan sukacita/ketulusan hati, jangan terpaksa. ( 2 Kor 9:7)
Keempat adalah Memberi dengan tersembunyi, maksud agar jangan sampai diketahui orang lain, cukup Tuhan saja yang tau. Dan agar jangan sampai dicap sebagai orang yang suka pamer dan sombong (Matius 6: 14).

Rabu, 14 Desember 2011

Iman yang Taat dan Berkembang


Pembicara: Pdt. Keintjem

Ibrani 11: 5,7-8

            Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibran 11:1). Dan berikut adalah beberapa contoh dari Iman yang taat dan berkembang
            Pertama adalah Iman dari seorang anak Tuhan yaitu Abraham (Ibrani 11:8). Abraham adalah orang yang taat akan perintah Allah, abraham mau pergi keluar dari negri dan sanak saudaranya ke tempat yang belum ia ketahui, karena perintah dari Allah (Kejadian12:1-3). Abraham mau pergi tanpa berpikir  dua kali. Jadi sebaiknya laksanakan apa yang Tuhan mau dalam kehidupan saudara dan saya, meski belum tau apa hasilnya nanti, tapi percayalah bahwa semua maksud Tuhan itu baik. Sama seperti abraham yang tanpa mikir 2 mikir lagi, ketika Tuhan perintahkan untuk pergi dari sanak saudaranya dan negrinya menuju ke tempat perjanjian.
            Ke dua adalah Iman dari seorang anak Tuhan yaitu Nuh (Ibrani 11:7). Nuh adalah orang yang tidak bercela dan bergaul karib dengan Allah (Kejadian 6:1), Nuh juga dengan taat membuat bahtera sesuai denga apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya (Kejadian 6:15) Meski nuh tidak tau maksud dari Allah dan nuh juga selalu dihina dari orang – orang yang disekitarnya. Tapi karena Allah yang memperintahkan untuk dikerjakan, maka nuh membuatnya dengan taat. Demikian pula kehidupan saudar dan saya, yang Tuhan inginkan adalah kerjakan apa yang Tuhan perintahkan dengan taat. Kerjakan apa yang bisa saudara dan saya kerjakan, kalau tidak mampu/bisa, serahkan pada Tuhan.
            Ke tiga adalah Iman dari seorang anak Tuhan yaitu Henokh (Ibrani 11:5). Henokh  adalah satu – satunya manusia yang tidak mengalami kematian, ia langsung terangkat kesurga. Hal itu dikarenakan ia bergaul karib dengan Allah (Kejadian 5: 21-23). Tuhan juga mau saudara dan saya bergaul karib dengan-Nya. Serta Tuhan juga mau buah Roh itu ada dalam diri setiap manusia, dan buah Roh itu adalah (baca Galitia 5: 22-23). Satuhal pula yang perlu saudara dan saya ketahui adalah disaat tidak ada kemungkinan, mustahil dan tidak berdaya, disitulah Tuhan campur tangan, asal Iman saudara dan saya tetap taat dan percaya

Kamis, 08 Desember 2011

Menyangkal Diri & Memikul Salib


Pembicara: Bp Jusuf

           
Menyangkal diri itu erat kaitanya dengan mengendalikan keinginan hati. Dan barangsiapa yang ikut Tuhan itu juga harus bisa menyangkal diri (Matius 16:24). Sementara itu keinginan hati yang timbul dari dalam hati, terkadang memaksakan kehendak. Misalnya belum saatnya untuk mempunyai mobil, tapi keinginan itu sudah ada, dan biasanya juga dipaksakan. Karena segala sesuatu yang dipaksakan itu hasilnya tidak baik, bahkan bisa berubah menjadi masalah.  Maka dari itu kata kuncinya adalah “sabar” menunggu dan menantikan waktunNya Allah.
          Memikul salib, berbicara tentang memikul salib ini adalah masalah yang harus ada dalam kehidupan setiap manusia, s’bab memang Tuhan tak pernah berjanji langit’kan selalu biru. Tapi biarpun begitu masalah yang ada ini tidak melebihi kemampuan saudara dan saya. Lebih dari itu Tuhan juga membuka tanganNya bagi setiap saudara dan saya yang memang letih lesu dan berbeban berat (Matius 11:28-30) dan Tuhan selalu setia dimanapun dan kapanpun saudara dan saya berada, bahkan disaat saudara dan saya dala keadaan tidak ada pertolongan, pada saat itu sebenarnya Tuhan ada (Ul 1:31)

Jumat, 02 Desember 2011

Pertandingan/Perlombaan Iman


Pembicara: Bpk Chandra
         
          Sebuah gelanggang pertandingan adalah tempat orang untuk bertanding demi meraih sebuah medali kemenangan. Sadar atau tidak saat ini sebenarnya saudara dan saya ada dalam sebuah pertandingan yang diadakan oleh Allah demi meraih kemenangan yaitu keselamatan. (1 Korintus 9:24-27) Pertandingan ini dinamakan pertandingan iman
            Dalam sebuah pertandingan pasti ada pemenangnya, lalu siapa yang bisa memenangkanya, apakah hanya 1 orang atau lebih?. Jawabanya pemenangnya itu banyak, bukanya hanya 1 orang saja.
            Kemudian cara memenangkan pertandingan iman ini adalah tanggalkan semua beban yang ada (Matius 11:28-30,Ibrani 11:32), memerlukan ketekunan(Ibrani 10:36,Roma 5:4-5), harus bisa menguasai diri (1 Korintus 9:25, Gal 5:23), mempunyai tujuan (1 korintus 9:27) dan memelihara iman (2 Timotius 4:7-8).