Minggu, 24 Maret 2013

Ke empat Sangkakala Pertama


Pembicara: Pdt. David

Wahyu 8:6-13

Zaman sekarang, patutlah setiap orang bangun, sadara dan berjaga – jaga. Hal ini dikarenakan zaman sekarang adalah zaman – zaman kesusahan besar. Banyak kabar- kabar di luar sana yang menggemparkan. Kabar – kabar tersebut tidak membawa sukacita melainkan membawa rasa takut.

Sebab semuanya itu haruslah terjadi menjelang kedatangan Tuhan ke dua kali yang semakin dekat. Banyak tanda – tanda akhir zaman telah nyata. Dan memang itu sudah tertulis dalam firman Tuhan.
Firman Tuhan menulis dalam wahyu 8:6-13 bahwa akan terjadi bencana besar, semua akan hancur dan musnah. Jadi janganlah heran bila saat – saat ini banyak kali terdengar kabar – kabar yang menggemparkan.

Saat ini saudara dan saya tidak perlu takut dan gentar sebab firman Allah menulis bahwa Aku mwenyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, engkau tidak akan Ku habisi.

Maka dari itu saat – saat ini janglah mengeraskan hati kita (Ibrani 4:7) seba firman Allah adalah firman yang hidup dan kuat (Ibrani 4:12 – 13) maka dari itu marilah saudara dan saya semakin setia, tetap berdoa dan semakin giat dalam Tuhan (Ibrani 410:25 – 26). Menjelang kedatangan – Nya yang semakin mendekat. Demikianlah firman Tuhan.

Saudara – saudara sekalian ada baiknya, pada setiap kesempatan hari yang Tuhan berikan kepada kita saat – saat ini, kita bisa merenungkan firman Tuhan dan melakukanya (Matius 5:6). Serta memberikan yang terbaik untuk Tuhan dan pekerjaan Tuhan termasuk soal perpuluhan (Maleakhi 3:10).

Selasa, 19 Maret 2013

Harta yang paling Indah


Pembicara: Pdt. Keintjem

Matius 13:44-46
        44) Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkan lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 
45) Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46) Setelah ditemukanya mutiara yang sangat berharga, ia pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu
          
          Banyak orang mencari harta, setiap manusia akan berusaha keras untuk mengumpulkan harta di dunia ini. Tetapi janganlah lupa pada tujuan yang sebenarnya yaitu harta yang ‘tak ternilai dengan harta apapun yang ada didunia ini. Harta yang paling indah dan berharga yaitu Surga.

          Firman Tuhan berkata bahwa sangking berharganya itu surga, diibaratkan dengan seorang pencari mutiara, yang apabila ia sudah menemukannya, maka ia akan menjual seluruh apa yang ia miliki demi mendapatkan surga itu (Matius 13:45-46).

          Sesuai dengan yang tertulis diatas bahwa “Surga itu adalah harta yang paling berharga dan tak bisa dibandingkan dengan harta jenis apapun yang ada didunia ini. Hal ini dikarenakan bahwa Surga itu adalah suatu tempat yang indah, dimana jalanya terbuat dari emas murni bagaikan kaca bening dan pintu gerbangnya terdiri dari satu mutiara, demikian firman Tuhan (Wahyu 21:21).

          Untuk menggapai tempat itu saudara – saudara sekalian, hanya ada satu cara. Cara tersebut adalah melaluis Yesus. Sbab firman Tuhan berkata dalam Yohanes 10:9 – 10 9) Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.  10) Pencuri datang hanyan untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan.

          Saat ini kita saudara – saudara sekalian sudah menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi. Selanjutnya adalah bersabarlah dan tetap kuat di dalam Tuhan hingga sampai saat kedatangan - Nya, seperti petani yang menunggu musim panen (Yakobus 5:7). Karena akan ada saatnya dimana pintu akan tertutup dan Tuhan tidak lagi berkenan untuk ditemui (Amos 8:12 – 14).

          Sebab barangsiapa yang sungguh mengasihi Tuhan untuk menjadi hamba – Nya dan yang tetap berpegang teguh terhadap firman Tuhan maka ia akan mendapatkan Tuhan. S’bab segala sesuatu yang dicari oleh manusia sampai saat ini seperti kekayaan dan kehormatan serta keadilan ada pada Tuhan (Yesaya 55:6 & Amsal 8:17 – 18).

Senin, 11 Maret 2013

Hati yang Rela Berkorban

 Pembicara: Bpk. Jusuf

Lukas 10:25-37
36)Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”  37)Jawab orang itu: ”Orang yang telah menunjukan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, dan perbuatalah demikian!”

           Kadang kala saudara dan saya dapat melihat orang – orang mengemis di pinggir jalan atau di tempat – tempat umum. Mereka meminta – minta belas kasih dari saudara dan saya.

Jika saudara dan saya tilik lebih jauh dalam kisah orang samaria yang murah hati di Lukas 10:25, ia mau berbagi atau bisa dikatakan mau berbelas kasih kepada orang yang sedang tak berdaya tersebut.

Yesus juga mengajarkan untuk murah hati (dalam Lukas 3:12) dan Ia telah mencontohkannya juga (dalam Lukas 7:13)

Murah hati adalah salah satu bentuk perilaku nyata dari kasih. Maka dari itu seperti yang telah di firmankan oleh Tuhan bahwa hendaklah bahwa kebaikan hatimu di ketahui oleh semua orang, berarti bahwa saudara dan saya di tuntut untuk berbuat sesuatu yang baik dan berguna bagi sesama manusia.

Hal itu berarti bahwa kasih itu bukan hanya sekadar omongan tetapi harus di wujudkan, salah satu bentuknya adalah murah hati. Kenapa harus dilakukan? Alasanya sederhana yaitu karena memiutangi Tuhan dan Tuhan bukanlah pribadi yang mau beutang (Amsal 19:17); Supaya jangan di anggap murtad (2 Tesalonika 2:3); Supaya dianggap sahabat Tuhan (Yohanes 15:14); Karena itu perintah Tuhan sendiri (Lukas 6:36); Karena Tuhan masih memberi kesempatan (Galatia 6:10); Beroleh kemurahan (Matius 5:7).

Dalam melakukan kasih itu bukan hanya sekadar melakukanya saja. Tetapi harus mau rela berkorban dan tidak terbatas seperti yang telah di lakukan oleh orang samaria yang murah hati tersebut

          Barangsiapa yang melakukan kasih dengan tulus maka ada berkat, sukacita dan di pelihara dan di jamin oleh Tuhan (Amsal 10:6, Mazmur 34:6 & Mazmur 37:25).

 
















Kamis, 28 Februari 2013

Jadikanlah Semua Hari, Hari yang Indah


Pembicara: Pdt. Hesky

Mazmur 118:24
Inilah hari yang di jadikan Tuhan, marilah kita bersorak – sorak dan bersukacita karenanya!

           Hari – hari yang baik adalah hari yang paling diimpikan oleh semua orang. Namun terkadang kenyataanya tidak sesuai dengan yang diimpikan tersebut. Banyak orang yang mengatakan ada hari – hari tertentu yang mereka anggap hari sial, padahal menurut firman Tuhan setiap hari adalah baik dan indah adanya.

          Jika saudara perhatikan dalam mazmur 118:24. Firman Tuhan tidak   menyebutkan hari – hari tertentu (Misal: minggu, senin atau sebagainya). Hal itu bearti bahwa menurut firman Tuhan setiap hari adalah baik sebab setiap hari adalah hari – hari yang telah Tuhan jadikan.

          Saudara pasti menginginkan setiap hari yang akan saudara lalui itu adalah hari – hari yang baik. Jika di perhatikan hari – hari yang baik itu akan terjadi apabila beberapa hal berikut terpenuhi.

          Pertama adalah Apabila Memulai hari bersama Tuhan. Saudara tidak akan pernah tau kejadian apa yang akan menimpa saudara. Maka dari itu sangatlah di perlukan kehadiran Tuhan untuk memberikan rasa aman dan tentram dalam menjalani hari – hari yang ada (Maz 4:9).

          Ke dua adalah Apabila menjaga hati dan pikiran. Menjaga hati sangatlah penting karena dari situlah terpancar kehidupan, demikianlah firman Tuhan. Selain hati jagalah pula pikiran. Maksudnya adalah jagalah agar jangan ada pikiran negatif yang masuk dalam pikiran kita. Maka dari itu pikirkanlah semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang di sebut kebajikan dan patut di puji pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:19).  Dan berfikirlah seperti orang dewasa (1 Kor 14:20). Karena jika kita masih tertuju kepada duniawi maka kebinasaanlah yang ada (Filipi 43:19).

          Ke tiga hati yang mengucap syukur, mengucap syukur adalah hal yang penting. Firman Tuhan berkata, Mengucap syukurlah dalam segala hal. Karena sesungguhnya dengan mengucap syukur maka akan ada ketenangan dan kedamaian (Maz 119:92).

          Percayalah bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28).

Rabu, 27 Februari 2013

Kemalasan


Pembicara: Bpk. Chandra

           
Kemalasan adalah salah satu sifat dalam diri seseorang. Memang kemalasan itu terlihat enak. Tetapi sesungguhnya kemalasan adalah salah satu sifat yang membahayakan bila di biarkan begitu saja.

Sifat ini membahayakan karena bisa mengakibatkan beberapa hal yang negatif, yaitu tidak di sukai orang (Amsal 10:26); berbagai kesulitan (Amsal 12:24); tidak akan pernah berhasil (Amsal 12:27); persiapan yang buruk (Amsal 15:19); menjadi teman si perusak (Amsal 18:9); serba berkekurangan (Amsal 19:15).

Maka dari itu sifat kemalasan perlu diatasi agar tidak berkepanjangan . Firman Tuhan mengajarkan dalam amsal 6:4-11. Kepada para pemalas belajarlah kepada semut. Kenapa demikian?, hal ini di karenakan semut mengajarkan beberapa hal. Jika di perhatikan para semut tidak pernah malas, menggunakan waktu mereka dengan baik dan meski tidak ada pemimpinnya mereka tetap tertib dan teratur serta rapih dalam barisan yang mereka buat.

Selanjutnya apakah saudara tergolong ke dalam golongan orang pemalas? Berikut adalah ciri dari orang pemalas; Suka banyak alasan (Amsal 22:13); Sukanya golak golek di kasur terus (Amsal 26:14); Sombong (Amsal 26:16); Malas bertobat (Yeremia 9:5); Suka ikut campur urusan orang (1 Timotius 5:13).

Jadi sifat kemalasan bukanlah sifat yang baik untuk setiap manusia, sifat kemalasan perlulah di ubah. Kemalasan tidaklah membawa hal yang positif, hanya membawa kepada bencana.



















           



Minggu, 10 Februari 2013

Berharap dan Percaya Kepada Tuhan


Pembicara: Pdt. Devid

Kehidupan ini wajar rasanya bila rasa takut dan kekuatiran menghinggapi. Sesungguhnya yang menjadi latar belakang dari timbulnya Rasa takut dan kuatir adalah karena tidak percaya dan berdosa.

Tidak percaya bukan berarti tidak percaya. saudara sudah mengerti tentang bagaimana Tuhan bekerja luar biasa dalam kehidupan setiap saudara, tetapi seringkali masalah yang ada, serasa lebih besar dari Tuhan serta serasa Tuhan itu kok jauh banget. Hal – hal seperti ini juga pernah di alami oleh para murid Tuhan dalam perjalanan mreka mengiring Tuhan. Seperti halnya ketika Petrus berjalan di atas air namun ketika ia merasa ada tiupan angin, Petrus menjadi bimbang dan mulai tenggelamlah si Petrus ini (Matius 14:30/ Yohanes 6:19). Dan juga pada saat para murid Yesus di dalam kapal hendak bertolak ke sebrang namun di tengah perjalanan badai menimpa perahu mereka, hingga sekonyong – konyong perahu mereka mulai tenggelam (Markus 4:37 / Lukas 8:23).

Sesungguhnya pada saat – saat seperti apapun atau pada masa tersulitpun Yesus ada. Memang seakan – akan Yesus jauh namun sesungguhnya Yesus ada di sisi saudara sedang menunggu untuk saudara berkata “Tuhan tolong saya”. Sebagai contoh, jika diperhatikan dari dua kejadian yang pernah di alami oleh para murid Tuhan dalam perjalanan mereka mengiring dari pada Tuhan.  Dimana sesungguhnya Yesus dekat dengan mereka seperti kejadian Simon tenggelam, itu Yesus ada, dan segera setelah Simon berkata “Tuhan tolong saya”. Yesus segera menolongnya (Matius 14:31). Lalu pada saat perahu murid Tuhan yang terombang – ambing oleh gelombang, Yesus tidak jauh, tapi Yesus sedang tidur di buritan kapal dan segera setelah Yesus dibangunkan maka Yesus segera menghardik angin dan berkata kepada danau itu ”Diam  Tenanglah” (Markus 4:38 - 39).

Dosa, semua manusia di dunia ini berdosa, tetapi karena pengorbanan Tuhan di kayu salib, maka barang siapa yang percaya beroleh pengampunan dan keselamatan. Sesungguhnya saudara dan saya adalah manusia baru hasil dari pembenaran firman Tuhan. Maka dari itu janganlah berbuat sama seperti perbuatan – perbuatan orang yang tidak mengenal Allah. Karena janji Tuhan adalah kehidupan saudara dan saya menjadi cemerlang sebab ada pengharapan baru (Ayub 11:15 – 18).


Janji Tuhan bagi setiap orang yang takut dan berharap akan Tuhan adalah tidak berkurangan (Maz 34:10), permulaan pengetahuan (Amsal 1:7) dan yang pasti adalah di sayang sama Tuhan (Amsal 103:13).
 

Senin, 04 Februari 2013

Kesuksesan dalam Berbisnis


Pembicara: Bpk. Chandra


        Kesuksesan adalah hal yang sangat diinginkan seseorang dalam apapun yang dilakukan oleh kesuksesan. Kesuksesan juga adalah janji Tuhan bagi setiap orang yang percaya (Yesaya 29:11). Dalam menggapai kesusksesan tersebut cukup dengan melakukan tiga fase. Tiga fase tersebut adalah Memulai, Membangun, dan Menjaga.

       Segala sesuatu yang saudara lakukan pasti di awali dengan kata Memulai. Memulai berarti ada suatu hal yang di persiapkan sebelum melakukan sesuatu. Hal yang perlu di persiapkan tersebut adalah Visi (2 Kor 9:6). Selain itu ada juga Proses (Maz 127:1-2). Banyak orang yang ingin cepat sukses melakukan segala hal dan tidak mau melalui proses yang ada. Tetapi sesungguhnya hal tersebut amalah akan membawa ke dalam berbagai pencobaan yang ada akibat perbuatanya sendiri (1 Tim 6:9).  

Setelah fase memulai, fase berikutnya adalah Membangun. Fase ini juga bisa di bilang masa atau fase proses menuju pada kesuksesan. Di dalam fase ini setidaknya ada ena hal yang harus ada dalam diri seseorang. Dalam fase membangun ini, hendaklah di landaskan pada firman Tuhan (Yosua 1:3); Melangkah dengan berani, s’bab roh yang di berikan oleh Tuhan dan ada dalam diri saudara adalah roh yang membangkitkan dan menghidupkan (2 Kor 3:16); Berjalanlah sejauh dua mil, mil pertama untuk Tuhan dan mil ke dua adalah untuk pembeli kerja(Mat 5:41); setia terhadapa perkara kecil (Lukas 16:10 – 12); cerdik dan tulus, dalam hal ini cerdik berbeda dengan licik. Meskipun hanya beda tipis. Kalau cerdik adalah pandai melihat peluang yang ada sedangkan licik adalah menghalalkan segala cara unuk mencapai kesuksesan (Matius10:16).

Fase terakhir adalah Menjaga. Banyak orang kelihangan apa yang sudah ia dapatkan karena tidak bisa melakukan fase ini. Fase ini meski kelihatanya ringan sehingga banyak orang menganggap remeh, tapi begitu kehilangan, maka fatal akibatnya, yaitu ia harus mulai dari awal lagi. Cara untuk menjaganya adalah Mempunyai Integritas (Amsl 11:13); keluarlah dari zona nyaman yang ada, maksudnya adalah cobalah hal – hal yang baru; dan terakhir adalah Kreatif.

Jadi kesuksesan seseorang itu sangatlah di tentukan dari bagaimana ia memulai (Fase membuat Pondasi); Membangun (Fase Proses); Fase Mempertahankan (Fase Kontinuitas).