Kamis, 08 Agustus 2013

Keyakian Yang Kokoh dalam Injil (Iman)


Pembicara: Pdt. David

Roma 1:16
        Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani.

            Perhatikanlah kata – kata dalam Roma 1:16, yang berbunyi sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah. Keyakinan yang kokoh dalam Injil, hal ini berbicara mengenai Iman yang kokoh, yang seharusnya tak akan goyah meski dalam situasi atau kondisi apapun, meski sedang dalam pencobaan maupun ujiaan seberat apapun, Iman itu tidak goyah.


            Iman yang sebenarnya atau bisa dikatakan Iman yang sejati adalah Iman yang tidak akan goyah ataupun rapuh meski dalam kondisi yang sedang mengalami ujian atau cobaan seberat apapun.

            Banyak orang mungkin bisa berkata aku mempunyai Iman atau berIman, namun ketika orang itu sedang dalam masa ujian atau cobaan yang berat, ia tidak bisa bertahan namun mulai meninggalkan Tuhan. Apakah itu yang namanya Iman? Atau seperti itukah Iman yang sesungguhnya?. Sesungguhnya jawabanya adalah tidak. Contohnya sudah banyak sekali yang kita bisa lihat disekitar kita maupun publik figur atau artis – artis yang bisa kita lihat di TV ataupun surat kabar yang ada.

            Sebagaimana yang kita tau bahwa dalam Ibrani 11:1 berbunyi bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita tidak lihat. Iman yang kokoh itu berkuasa. Berkuasa dalam mendatangkan muzizat, membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin dan menyelamatkan.

            Firman Tuhan berkata dalam markus 11:22-24, barangsiapa berkata kepada gunung ini: beranjaklah dan tercampaklah ke laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakan akan terjadi maka hal itu akan terjadi. Artinya saudara – saudara dengan Iman kita bisa mengubah segala sesuatu yang memang mustahil bagi kita namun jika kita percaya kepada Allah maka hal yang tidak mungkin itu bisa menjadi nyata dalam kehidupan kita.

            Dengan iman selain bisa membuat segala suatu menjadi bisa terjadi, bisa juga mendatangkan keberhasilan. Salah satunya adalah dalam kisah di Markus 9:24-29. Yang dimana diajarkan saat kita percaya berhasil maka akan berhasil.

            Dan yang terpenting adalah Iman atau beriman atau percaya kepada hanya kepada Tuhan Yesus, sebab diluar Aku kamu tidak bisa berbuat apa – apa (Yoh 15:5).

            Jadi saudara – saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan, jikalau memang saat – saat ini atau suatu saat saudara sedang dalam masa – masa pencobaan yang berat, mungkin yang satu belum selesai lalu masalah yang lain sudah muncul lagi, atau masalah demi masalah muncul dan semakin pelik saja sehingga seakan tidak ada lagi harapan maupun jalan keluar. Janganlah mundur dari Tuhan saudaraku, namun tetap percaya dan berdoa, firman Tuhan berkata, jangalah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi hendaklah nyatakan segala permohonanmu dalam doa sambil mengucap syukur kepada Allah (Filipi 4:6 & 1 Tes 5:18). Sebab sesungguhnya bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37)









Jumat, 28 Juni 2013

Jangan Membenci melainkan Mengasihi

Pembicara: Pdt. David

Yohanes 3:16
        Karena begitu kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal

Kasih Allah sudah terbukti dan teruji oleh waktu, kasih Allah sungguh nyata bagi setiap orang yang sungguh – sungguh percaya dan setia kepada-Nya. Kasih Allah telah ditunjuk-kan ketika Ia mengutus anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi manusia yang berdosa, sehingga yang bagi yang mau percaya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal (Roma 5:6-8).

Kasih Allah memang sungguh benar nyata bagi saudara dan saya, namun firman Tuhan juga mengatakan dan mengajarkan, bahwa marilah kita saling mengasihi sebab Allah adalah kasih dan  sebagaimana yang telah Tuhan tunjukan kepada kita (1 Yoh 4:7-10).

Sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri, demikianlah kita juga mengasihi orang lain, jangan ada benci, jangan dendam dan janganlah menuntut balas, sebab firman Tuhan mengajarkan demikian, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri (Imamat 19:17-19).

Janganlah ada benci, sebab Allah tidak menghendaki demikian, sebab menurut firman Tuhan dalam 1 Yoh 2:9-11, yaitu bahwa jika seseorang membenci yang lain, maka orang itu masih ada dalam kegelapan, dan barangsiapa mengasihi ia  hidup dalam terang. Sebab kasih adalah benih yang berasal dari pada Allah sendiri, namun benci adalah benih yang tidak berasal dari Allah, sehingga barangsiapa dalam dirinya terdapat benih daripada Allah maka ia  adalah anak – anak Allah, sebab barangsiapa berasal dari Allah, maka tidak akan berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:6-9).

Jadi hendaklah kasih Allah tetap terus bersama saudara dan saya, serta marilah kita berbuat kasih, sebab kasih tidak akan berakhir dan menutupi segala sesuatu,        1 Kor 13:4-7.


.





Di Luar Tuhan Kamu Tidak Dapat Berbuat Apa - Apa


Pembicara: Pdt. Keintjem

Yohanes 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Hidup di dalam Yesus adalah hidup yang berkelimpahan, namun di luar dari pada Tuhan adalah kebalikanya. Tuhan Yesus berfirman bahwa didalam kehidupan ini harus berbuah, dan semakin berbuah dari hari ke hari, karena setiap orang mengenal sebuah pohon dari buah – buah yang dihasilkannya.
Salah satu dari buah itu adalah kasih, Tuhan Yesus janganlah tinggalkan kasih setia, kalungkanlah pada lehermu dan tuliskan itu dalam loh hatimu. 
Benar adanya jika diluar Yesus maka kita tidak bisa apa – apa, namun jika ada di dalam Tuhan maka kita bisa berbuah banyak, dari sekian banyak contoh yang terdapat dalam Alkitab salah satunya ada Yoh 21:3-13, jika diperhatikan didalam perjalanan para murid Yesus menangkap ikan sepanjang malam dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang mereka punya, tidak satupun ikan yang mreka tangkap (Yoh 21:3). Hingga akhirnya ketika hari mulai siang Yesus datang kepada mereka dan bertanya adakah lauk pauk padamu? Jawab mereka tidak ada (Yoh 21:4-5). Kemudian Yesus berkata tebarkanlah jalamu disebelah kanan dan mereka melalukanya, kemudian dalam sekejap mereka berhasil menangkap ikan (Yoh 21:6). Kemudian ketika mereka merapat ke darat dan sehabisnya mereka bekerja, di darat itu ada roti dan ikan di atas api arang kemudian makan sarapan bersama (Yoh21:7-13).
Terkadang didalam menjalani kehidupan, mungkin ketika kita sudah berusaha dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang kita punya namun tidak menghasilkan apapun dan berbuah kekecewaan. Hal ini juga pernah dialami oleh murid Yesus pada peristiwa diatas.
Ingatlah saudara Yesus tetap memperhatikan saudara dan bagi Yesus tidak pernah ada kata terlambat dan mustahil. Hal itu telah dibuktikannya ketika Yesus menolong pada hari mulai siang, bukannya pada waktu malam hari disaat ikan-ikan sedang naik keatas dan sesudah mereka lelah bekerja Tuhan memberikan roti dan ikan untuk mereka sarapan. 
Tetapi saudara – saudara berkat Tuhan tidak akan kita rasakan jika kita tidak melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan, seperti yang sudah dilakukan pada kisah diatas. Disaat para murid-murid melaksanakan apa yang Tuhan mau, mereka mendapatkan apa yang Tuhan janjikan.
Jadi saudara – saudara disaat sudah segala apa yang sudah kita lakukan dengan segenap kemampuan yang kita lakukan namun tidak berhasil, dan berbuah kekecewaan. Ingatlah Yesus (Yes 41:10), Ingatlah bahwa Yesus masih sanggup dan bagi Yesus tidak ada kata terlambat untuk menolong, janganlah kebawa nafsu sebab Tuhan memberkati umat-Nya itu seperti pada waktu tidur (Mzm127:1-2), artinya adalah disaat kita menyerahkan apapun yang menjadi perkara kita dan kita tidak memikirkan lagi, nantinya bagaimana, s’bab kita sudah menyerahkan kepada Tuhan serta kita cukup lakukan apa yang Tuhan perintahkan, sebab didalam Tuhan ada kemenangan,berkat dan pertolongan serta umur panjang, kekayaan dan kehormatan (amsl 3:16). Serta keselamatan hanya diberikan oleh Yesus (Kis 4:12).























Membangun Keluarga yang Berkenan diHadapan Tuhan

Pembicara: Bpk. Chandra   

        Keluarga adalah sarana dalam Tuhan memberkati manusia. Melalui keluarga akan terasa suasana seperti suasana Surgawi. Tujuan Tuhan membentuk sebuah keluarga bukanlah hanya untuk pelampiasan nafsu daging semata, tetapi tujuan Tuhan membangun sebuah keluarga agar kasih Yesus itu menjadi nyata dan dapat dirasakan dalam sebuah keluarga.

Awalnya Tuhan membentuk sebuah keluarga adalah untuk memenuhi bumi dan berkuasa atas segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah seperti dalam firman Tuhan kejadian 1:27-28. Namun bukan hanya itu saja, melainkan supaya suasana Surgawi terasa dalam sebuah keluarga. Tentu saja akan terjadi jika keluarga yang dibangun itu berkenan dihadapan Allah.

Untuk membangun sebuah keluarga yang berkenan dihadapan Tuhan adalah harus dilandasi oleh Tuhan dan Kasih. Sesuai dengan firman Allah dalam mazmur 127:1 bahwa Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia – sialah usaha orang yang membangunnya…

Berikutnya adalah dilandasi dengan kasih, kasih itu adalah suatu ikatan yang mempersatukan dan kasih itu sabar, murah hati,  tidak cemburu, tidak sombong dan sebagainya serta menutupi segala sesuatu. (1 Kor 13:4-7).

Sama seperti yang pernah dibahas sebelumnya tentang keluarga dimana setiap anggota dalam keluarga tersebut memiliki peran dan kewajibannya masing – masing, baik itu suami, istri maupun setiap anak – anak yang ada.

Bagi para suami, kasihilah istrimu seperti dirinya sendiri dan tidak boleh berlaku kasar (kol 3:19 & Efesus 5:28), memenuhi kewajibannya sebagai suami (1 Kor 7:3), dan jangan menyakiti hati anak melainkan didiklah didalam Tuhan (Kol 3:21 & Efesus 6:4).

Bagi para istri, tunduk kepada suami sebagaimana seharusnya karena suami adalah kepala dalam sebuah keluarga (Kol 3:1, Efesus 5:22-23 & 1 Kor 11:3) dan menjadi penolong bagi kaum pria atau suaminya (Kej 2:18).

Bagi anak – anak, taati atau turuti dan hormati orangtua (Efesus 6:1-3).

Dalam sebuah keluarga haruslah dilandasi dengan kasih, firman Tuhan berkata kasih itu mengampuni, maka dalam sebuah keluarga haruslah bisa saling mengampuni, mengampuni terbatas pada hitungan jari maupun angka, tetapi mengampuni itu tidak terbatas, seperti Bapa di Sorga yang pengampunan-Nya tidak terbatas (Mat 6:12, 18:21-22, Markus 11:25-26).

Sebuah pernikahan atau awal mula dari sebuah dari terbentuknya sebuah keluarga itu adalah kudus dihadapan Allah. Keluarga yang berkenan di hadapan Allah adalah keluarga yang dilandasi oleh Allah atau firman Allah itu sendiri dan kasih didalamnya. Kemudian dalam sebuah keluarga janganlah saling berjauhan, melainkan saling berdekatan, saling mengasihi, dan ambilah waktu untuk berdoa bersama (1 Kor 7:4-5). Agar semua tau bahwa semua itu berasal dari pada Tuhan (Yoh 17:7).


Kamis, 23 Mei 2013

Hari Ketuangan Roh Kudus


Pembicara: Pdt. Keintjem

        Yohanes 14:16-17a
          16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17) yaitu Roh Kebenaran.

Pada waktu itu para murid menantikan-nantikan apa yang telah Tuhan janjikan sebelum Ia naik ke surga didalam loteng, dan yang dinantikan oleh para murid adalah seorang Penolong yang disebut Roh Kebenaran atau Roh Kudus.

Roh Kudus adalah utusan dari Allah Bapa yang akan menjadi penolong, yang akan menyertai, dan yang akan mengajarkan serta mengingatkan tentang apa yang sudah Tuhan ajarkan (Yohanes 14:16-17,26).

Pada waktu itu genap setelah 10 hari setelah kenaikan Yesus atau yang disebut dengan hari Pentakosta, para murid dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus yang memenuhi mereka sehingga mereka bisa berbicara dalam berbagai bahasa (Kis 2:1-4).

Sama seperti yang telah diuraikan diatas bahwa Roh Kudus adalah seorang Penolong yang diutus oleh Bapa di Sorga. Roh Kudus itu diam didalam hati setiap orang percaya (1 Kor 3:16-17) dan Roh Kudus menjadi tanda atau materai bahwa saudara dan saya telah sah menjadi milik dari Tuhan (Efesus 1:13-14).

Sama seperti yang Tuhan Yesus contohkan bahwa ketika orang percaya memberi dirinya untuk dibaptis maka Roh Allahpun turun keatas orang itu (Mat 3:11)

Seringkali saudara dan saya mengukur dengan ketidakberdayaan yang ada. Namun ingatlah bahwa Roh Kudus itu menjadi jaminan atas apapun yang saudara hadapi, maksudnya disaat sedih, Ia hibur, disaat lupa, Ia ingatkan, disaat lemah, Ia kuatkan. S’bab seperti yang tertulis dalam firman Tuhan bahwa Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu hingga sampai saatnya Yesus datang kembali (Yoh 14:18-20).

Kedatangan Yesus kedua kali menurut firman Tuhan dalam lukas 17:26-32, bahwa seperti pada zaman nuh yaitu mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan hingga nuh masuk kedalam bahtera dan air bah membinasakan mereka semua. Dan seperti zaman lot yaitu mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun hingga sampai pada saat lot keluar dari Sodom dan hujan api turun membinasakan mereka semua. Jadi kedatangan Tuhan tidak ada yang bisa menduga kapan saatnya. Seperti apa yang telah tertulis mereka makan dan minum, kawin dan dikawinkan, menjual dan membeli, menanam dan membangun  hal itu seperti apa yang telah terjadi pada saat ini. Tetapi kapan saatnya tidak ada yang tahu.

Roh Kudus adalah Roh Allah yang diutus oleh Bapa di Sorga untuk menjadi penolong, penghibur dan yang akan menyertai saudara dan saya sampai akhir dan Roh Kudus itu diam didalam hati setiap orang percaya dan Roh Kudus menjadi tanda atau materai bahwa saudara dan saya telah sah menjadi milik Tuhan.

Saudara dan saya boleh berkarya dalam bidang apapun itu, dalam bidang pendidikan, usaha, hiburan atau talent atau apapun, bahkan firman Tuhanpun tidak melarang, bahkan mendukung semua itu demi kemuliaan nama Tuhan. Namun ingat satu sisi yaitu sisi rohani saudara dan saya yang harus terus bertambah dari hari ke hari.

Pertobatan dan Penyerahan Diri kepada Allah


Pembicara: Pdt. Keintjem

        Kisah para Rasul 2:38
          38) Jawab Petrus kepada mereka: ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing – masing memberi dirimu dibabptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

            Setiap manusia dibawah kolong langit ini adalah manusia yang berdosa, tidak ada satupun manusia didunia ini yang tidak berdosa, semuanya berdosa baik itu orang kaya, miskin atau apapun sampai bayi yang baru dilahirkan juga telah berdosa.
           
            Saudara dan saya tau awal mulanya dosa adalah dari adam dan hawa, karena dosa maka hubungan Allah dan manusia menjadi rusak. Karena dosa setiap manusia mendapatkan upah maut.

            Tetapi ribuan tahun yang lalu Yesus yang telah lahir kedunia menjadi sama, mati tetapi Ia bangkit, kemudia naik ke sorga menyediakan tempat bagi saudara, saya dan siapapun yang mau percaya.

            Sejak ribuan tahun yang lalu Yesus telah menyiapkan jalan bagi setiap orang yang mau percaya. firman Tuhan berkata dalam markus 16:16 “ siapa yang percaya dan dibabptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

            Babptisan adalah tanda materai dari Allah, firman Tuhan juga berkata dalam matius 28:19-20, yang kita sering sebut sebagai amanat agung, dimana babptisan adalah suatu perintah langsung dari Yesus. Bahkan Yesuspun memberi dirinya dibabpris oleh Yohanes (matius 3:15-1).

            Menurut firman Tuhan tidak ada halangan bagi seseorang untuk dibaptis, tertulis dalam kisah para rasul 8 :35-39, bahwa percaya dengan segenap hati maka seseorang boleh dibabptis.

            Dengan memberikan diri dibabptis maka orang tersebut adalah ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Karena saudara adalah ciptaan baru dihadapan Allah maka saudara berhak untuk menerima janji dan berkat – berkat Allah yang telah Allah siapkan.

            Jadi setiap manusia memang berdosa, karena dosa maka tidak ada yang namanya kehidupan kekal bagi manusia. Namun ribuan tahun yang lalu Yesus yang telah lahir, mati namun Ia bangkit dan naik kesorga menjadi jalan bagi setiap manusia yang percaya. Namun firman Tuhan berkata bagi setiap orang percaya hendaklah memberikan dirimu untuk dibaptis.
           
Dan sebagai ciptaan yang baru tetaplah utamakan Tuhan sebab tidak akan merugi namun semuanya akan ditambahkan kepadamu (mat 6:33). Seperti Nuh beserta keluarganya yang diselamatkan Tuhan dari bahaya air bah. (Kej 6:9)



Taat dan Bertanggung jawab


Pembicara: Bpk. Jusuf


        III Yohanes 1:1-4
          3) sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran 4) bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak – anakku hidup dalam kebenaran

            Setiap orang di dunia ini belum tentu bisa taat dan bertanggung jawab. Karena sebenarnya ketaatan bukanlah sekadar ketika kita diawasin barulah kita taat, namun ketika pengawas itu pergi kita bisa berbuat seenaknya. Ketaatan adalah awal mula dari tanggung jawab. Apabila orang itu taat pasti ia bisa bertanggung jawab.

            Bahkan Tuhan berkata dalam yohanes 14: 21,23 barang siapa yang memegang perintah-Ku dan melakukanya dialah yang mengasihi aku. Jika seseorang mengasihi Aku. Ia akan menuruti firman-Ku. Ketaatan bukanlah hal yang mudah. Manusia mempunyai suatu sifat yang bebas, tidak mau diatur. Banyak orang bisa berkata taat namun firman Tuhan jelas berkata bahwa orang yang memegang perintah-Ku dan melakukanya dialah orang yang mengasihi aku, dalam hal ini adalah taat dan bertanggung jawab

            Bertanggung jawab adalah bukti dari ketaatan. Tanggung jawab tidaklah mudah. Dalam tanggung jawab dituntut untuk mengembalikan atau menjaga sesuatu dari orang yang memberikan kepercayaan kepada orang diberi tanggung jawab. Dalam hal ini Tuhan telah memberikan atau mempercayakan kepada kita keselamatan secara gratis dan Tuhan tidak mau pengorbanannya diatas kayu salib di gantikan dengan apapun. Tetapi yang Tuhan mau adalah saudara dan saya untuk tetap taat dan tetap menjaga kekudusan itu sampai akhir.

            Karena firman Tuhan berkata jelas dalam wahyu 20:12-15, barangsiapa yang namanya tidak terdapat dalam kitab kehidupan akan dilemparkan kedalam lautan api. Itu berarti bagi siapapun yang tidak taat dan bertanggung jawab maka akan dilemparkan kedalam lautan api tersebut. tetapi firman Tuhan juga berkata dengan jelas dalam mazmur 28:1-6 yang tertulis berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukan-Nya!. Damai sejahtera atas Israel!. Dan didalam mazmur 133:1-3 akan diberkati oleh Tuhan dengan limpahnya.

            Sebagai bentuk kecil dari ketaatan sebenarnya ada dalam keluarga. Tuhan membentuk sebuah keluarga adalah indah adanya, dalam sebuah keluarga diajarkan bagaimana seharusnya seorang istri yang menjadi penolong bagi suaminya serta menjadi permata bagi suaminya karena istri yang demikian membuat hati suami dan anaknya senang serta Tuhanpun senang melihatnya (Amsl 31:10 – 31). Selain istri juga anak – anak diajarkan untuk menghormati kedua orangtuanya (Efesus 6:1-3). Kemudian juga sang suami yang diajarkan untuk menjadi kepala dalam sebuah rumah tangga yang menjadi panutan dan membawa dan membimbing dalam Yesus. Coba bayangkan jika dalam keluarga kita seperti yang tertulis diatas maka pasti nikmat surgawi berasa ada dalam keluarga kita dan bayangkan jika seluruh keluarga seperti kriteria yang tertulis diatas dunia ini akan penuh dengan hadirat Allah.

            Jadi kesimpulanya ketaatan adalah suatu sikap yang memang harus melakukanya baik sedang diawasi maupun tidak diawasi. Bertanggung jawab adalah suatu sikap yang bisa menjaga kepercayaan orang lain yang telah diberikan kepada kita.
           
            Sebab firman Tuhan berkata jelas bahwa setiap orang yang taat dan bertanggung jawab akan diberkati namun orang tidak taat dan tidak mau bertanggung jawab akan dihukum. Pilihanya ada dalam diri saudara sendiri. Berat memang namun bisa dilakukan dari lingkungan yang kecil dan tiap hari ketemu yaitu keluarga, yaitu bagaimana setiap anggota dalam keluarga tersebut bisa memainkan peranya dengan baik tanpa ada pelanggaran – pelanggaran. Dan apabila bisa dilakukan maka suasana surgawi dapat dirasakan dalam keluarga saudara.