Kamis, 19 September 2013

Rasa Kuatir


Rasa kuatir timbul dalam hati jika ada kondisi yang tidak ada kepastian. Wajar rasanya jika saat – saat ini timbul rasa kuatir dalam kehidupan seseorang. Jika kita lihat dalam fenomena – fenomena yang terjadi belakangan ini mulai dari melemahnya nilai rupiah terhadap dolar berserta dampaknya, hingga berita – berita lain yang cukup menggemparkan, sangat bisa menimbulkan rasa kuatir dalam diri seseorang. Contohnya saja kuatir besok makan apa? Hal ini wajar karena harga – harga yang naik, namun pendapatan tetap dan tak bertambah.
            Rasa kuatir bisa dimiliki oleh siapa saja termasuk anak Tuhan, namun firman Tuhan menjamin seluruh kehidupan kita, dasarnya adalah firman Tuhan, firman Tuhan adalah perkataan Allah sendiri, apapun yang tertulis disitu adalah perkataan-Nya sendiri yang pasti akan digenapi.
            Cara mengatasi rasa kuatir memang mudah dikatakan, namun sulit dilakukan karena sampai dimanakah rasa kepercayaan kita juga diuji, maksudnya adalah jika kita sudah berdoa namun belum dijawab juga, disitulah kekekuatiran timbul, dan dalam hati timbul gejolak apakah harus percaya pada Iman atau kenyataan yang ada pada saat itu.
Nah cara mengatasi kekuatiran adalah berdoalah dengan sungguh – sungguh, tidak usah pelit air mata, karena Yesus mengerti, katakan bahwa Tuhan saya menyerah, saya tidak sanggup lagi dan saya serahkan seluruhnya kepada-Mu karena Engkaulah yang menjamin seluruh kehidupan saya.

Filipi 4:6
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur.  

Kuatir


Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

Matius 6:31
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

            Kuatir adalah suatu kondisi yang membuat seseorang menjadi tidak menentu, menjadi tidak tenang maupun tidak merasa sukacita. Perasaan kuatir bisa timbul kapanpun, tergantung dengan situasi dan kondisinya. Saat ini rasa kuatir bisa saja mudah timbul, seiring dengan kondisi yang semakin tidak menentu dan tidak pasti.
            Namun rasa kuatir ini janganlah terus menerus dibiarkan, karena perasaan kuatir tidak dapat menambahkan sesuatu. Seharusnya kita sebagai anak Tuhan tidaklah usah merasa kuatir lagi. Hal ini karena Tuhan sudah menjamin seluruh kehidupan kita.
            Tuhan memang sudah menjamin seluruh hidup kita, dan dasar dari jaminan Tuhan itu terdapat dalam firman-Nya, salah satunya adalah dalam matius 6:33, yang dimana berkata bahwa carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
            Firman Tuhan diatas mengajarkan kita untuk mengalihkan rasa kuatir yang kita miliki dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maksudnya adalah temuilah Allah dalam doa dan bacalah firman-Nya. Sebab firman Tuhan menjamin bahwa setiap orang yang sungguh mencari dan mengikuti Dia akan mendapatka apa yang Tuhan janjikan dalam firman-Nya (Markus 10:22-31).
            Namun terkadang dalam kondisi kita mencari Tuhan itu tidaklah dengan sungguh tulus dalam kerendahan hati, namun firman Tuhan berkata bahwa dalam kita itu harus seperti anak kecil, maksudnya adalah seperti anak kecil yang tulus, meminta kepada bapanya dan tetap percaya meski belum menerimanya, sehingga dalam hatinya tidak timbul rasa kuatir lagi. (Markus 10:13-16).

Jumat, 13 September 2013

Bersukacita dan Bersyukur


Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

            Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, saat ini jarang sekali ditemuka orang yang bisa bersukacita dalam segala situasi maupun kondisi. Rata – rata orang bersukacita karena sesuatu hal yang menyenangkan hatinya dan akan kehilangan sukacita seiring dengan hal – hal yang tidak menyenangkan ditemui dalam perjalanan hidupnya. Lebih dari itu untuk sekadar mengucap syukur dalam kondisi tersulitpun tidak bisa.

            Firman Tuhan berkata bersukacitalah senantiasa, hal ini memang kata – kata biasa namun bukan berarti tanpa alasan atau tanpa dasar. Dasarnya atau alasanya adalah jaminan pemeliharaan dari Yesus sendiri. Firman Tuhan berkata dalam filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapa syukur.

            Belajar dari kisah Daud maupun rasul Paulus yang dalam perjalanan hidup mereka baik Daud sebagai raja dan rasul Paulus dalam pelayanannya mereka mampu untuk tetap bersukacita dan mengucap syukur. Semua ini karena mereka mengetahui bahwa Allah adalah penolong mereka dan Allah menjamin kehidupan mereka. Hal terbukti karena dalam himpitanya Daud berkata Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Maz 42:6-12). Serta Paulus juga dapat berkata Aku mengucap syukur kepada Allah (Filipi 1:3-4).

            Marilah saudara – saudara sama – sama kita belajar untuk hidup dengan penuh syukur dan bersukacita, untuk bersyukur dan bersukacita tidak perlu karena alasan apapun melainkan bersyukur dan bersukacita bisa dalam keadaan apapun karena Yesus telah memerdekkan kita semua (Roma 12:11-12).

Lembah Kekelaman


Pembicara: Bpk. Jusuf

Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


            Lembah kekelaman adalah suatu lembah dimana tidak ada lagi harapan, suatu lembah yang gelap, suram, dan tidak ada cahaya lagi. Lembah kekelaman bisa berbicara mengenai suatu kekuatiran, masalah yang tak kunjung usai, kelemahan, dan ketidak berdayaan kita, atau apapun penderitaan yang kita alami.
           
            Didalam kehidupan ini, kita tidak bisa menghindar dari yang namanya lembah kekelaman ini. Namun jika kita tidak mau melaluinya, maka kita tidak akan melihat suatu cahaya yang indah yang tersimpan di balik itu semua.

            Setidak – tidaknya ada beberapa hal yang memang menjadikan kita bisa masuk dalam lembah kekelaman. Beberapa hal diantaranya adalah karena ketaatan kita kepada Allah, maksudnya adalah karena Tuhan mengizinkan penderitaan itu masuk maka Tuhanpun punya maksud tertentu didalam kehidupan kita.

            Beberapa contoh dari yang tertulis di Alkitab diantaranya adalah dialami oleh Ayub (ayub 1:12), Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (daniel 3:17) maupun hamba Tuhan, Paulus ( 2 kor 12:7).

            Selain karena ketaatan kita kepada Tuhan, berikutnya adalah karena Tuhan ingin menghajar kita, maksudnya adalah bukan karena Tuhan kasar namun pengertian hajar disini adalah Tuhan ingin memberikan peringatan kepada kita.

            Beberapa contoh diantaranya adalah ketika Tuhan memberikan peringatan kepada Herodes akibat kesalahannya sendiri yang menyamakan dirinya dengan Allah (Kis 12:21-23), dan hamba Tuhan Paulus dalam pelayarannya, hanya akibat perwira itu lebih percaya kepada sang nahkoda dan juru mudi dari pada perkataan Paulus (Kis 27:14-16).

            Kemudian yang terakhir karena memang sudah masanya, maksudnya adalah karena umur yang sudah lanjut secara fisik. Firman Tuhan berkata masa hidup kami adalah 70 tahun paling kuat 80 tahun (Maz 90:10) dan jikalau ketika kita muda kita kuat dan gagah maka pada masa tua, akan terjadi kebalikkannya (Yoh 21:18). Disini yang penting bukanlah berapa kita bisa hidup, tapi bagaimana kita mengisi tiap lembaran kosong dalam kehidupan ini.
           





















































  

















Selasa, 27 Agustus 2013

“Hidup Merdeka”



Kehidupan merdeka adalah keinginan semua orang setiap orang didunia ini akan mengusahakan supaya bisa hidup merdeka. Contohnya saja Bangsa Indonesia yang ingin merdeka dan tidak mau dijajah oleh bangsa asing. Hal ini karena hidup dalam penjajahan itu tidak menyenangkan, karena ada suatu pengekang yang membatasi pergerakkan hidup kita.

Kemerdekaan itu sendiri mengandung arti bebas, bebas dari segala sesuatu yang mengekang. Dengan kemerdekaan berarti hidup orang itu tidak ada lagi yang membatasi.

Saat ini kita sudah bebas dari segala kutuk dosa yang mengekang kehidupan kita hanya oleh karena darah Yesus. Kemudian kehidupan merdeka yang Tuhan berikan ini janganlah dijadikan dasar untuk kita semakin dapat berbuat dosa melainkan untuk menjadi saksi – saksi Tuhan.
               
                1 Petrus 2:16
                                Hiduplah sebagai orang merdeka dan buka seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan – kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.  

“Kemerdekaan”


Pembicara: Bpk. Chandra


Kemerdekaan negara Republik Indonesia yang beberapa hari lalu telah dirayakan atau yang setiap kali tanggal 17 agustus dirayakan mengandung arti kebebasan. Bebas dari segala belenggu yang mengekang kehidupan bangsa Indonesia ini dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat yang bebas menentukan arah dan tujuannya sendiri tanpa ada paksaan dari bangsa manapun.

Saat ini setiap manusia telah merdeka, merdeka bukan sekedar merdeka dari segala bentuk penjajahan. Namun bebas dari segala kutuk dosa. Kebebasan itu sudah dideklarasikan sejak kematian Yesus di atas kayu salib ribuan tahun yang lalu, supaya siapapun yang percaya tidak binasa tetapi beroleh keselamatan.



Hanya karena dosa adam dan hawa maka seluruh umat manusia menjadi berdosa dan hanya karena pengorbanan Yesus di kayu salib maka dosa itu bisa di hapuskan.

Saat ini saudara dan saya adalah umat yang sudah dibebaskan dari dosa oleh karena kematian Yesus di kayu salib. Maka dari itu marilah kemerdekaan yang sudah diterima kita isi dengan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Beberapa hal itu diantaranya adalah jangan menyalahgunakan kemedekaan itu, jangan mau jatuh lagi, dan berusaha menjadi serupa dengan Allah.

Jangan mau jatuh lagi, hal ini berarti dalam kemerdekaan yang sudah merdeka ini, janganlah mau jatuh lagi dalam jurang dosa, dengan cara menahan setiap godaan yang diberikan oleh dunia, (Gal 5:1).

Kemudian hal yang tidak berbeda jauh dari hal yang diatas adalah janganlah menyalahgunakan kemedekaan itu. Maksudnya janganlah dalam kehidupan yang sudah merdeka ini menjadi dasar atau alasan untuk kita tambah hari tambah berbuat dosa (Gal 5: 13).

Karena ke dua hal diatas adalah dasar untuk kita semakin hari semakin menjadi serupa dengan Allah (Kej 1:26) yaitu Kasih, Adil, Kudus dan sifat – sifat Allah yang lain.


Rabu, 21 Agustus 2013

Pribadi Allah


Pembicara: Pdt. David

1 Petrus 1:17-25

Selama ini kita mengenal pribadi Allah adalah sebagai Bapa, selain sebagai Bapa, Allah juga sebagai Penebus dan Hakim, sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu dari murid Tuhan yaitu Petrus.

Allah sebagai Bapa, mengapa demikian?, jawabanya sederhana, yaitu sebagaimana hubungan saudara dengan bapa, demikianlah hubungan saudara dengan Allah sebagai seorang Bapa, dimana seorang Bapa wajib Mencukupi dan Mengampuni, dan dimana hubungan itu takkan akan pernah terputus.

Seorang bapa, sebagaimana layaknya seorang bapa adalah wajib memenuhi apa yang menjadi kewajiban bagi anggota keluarganya, kalau bapa didunia adalah seperti itu, bahkan lebih lagi Bapa yang di Sorga yang berjanji akan selalu mencukupkan segala kebutuhan kita (Matius 6:25-34). Kemudian sebagaimana juga seorang bapa yang mengampuni setiap kesalahan anaknya, demikian pulalah Bapa di Sorga yang mengampuni setiap dosa kita, jika kita mau mengaku dosa kepada Allah Bapa (1Yoh 1:9).

Allah sebagai Penebus, ya tentu sebagai wujud dari bentuk cinta kasih-Nya kepada umat manusia maka Allah memberikan anak-Nya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Saat ini saudara dan saya sudah ditebus dari cara hidup yang sia – sia dengan darah yang mahal yaitu darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat cela (1 pet 1:18-19)

Terakhir adalah Allah sebagai Hakim, ya jika tiba saatnya nanti Allah akan menjadi hakim yang menghakimi setiap orang menurut apa yang telah diperbuatnya (1 Pet 1:17).