Minggu, 24 Mei 2015

Kenaikan Yesus Ke Sorga

Kisah 1: 6-11
9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

11… “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?. Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Pada tanggal 14 Mei 2015 kemarin kita memperingati hari kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Yesus yang lahir, kemudian Ia mati, bangkit dan kemudian setelah 40 hari maka Yesus naik kesorga.
Yesus naik ke sorga dengan tujuan untuk menyediakan tempat bagi umat percaya, supaya dapat bersama dengan Allah (Roma 8:34), mengutus Roh Kudus, dan menyatakan kedatangan-Nya kembali. Selanjutnya sebelum Yesus terangkat ke Surga, Ia berpesan yaitu berupa amanat agung, menjadi saksi-Nya, dan setia menanti kedatangan-Nya ke dua kali.
Tujuan dari Yesus terangkat ke sorga adalah untuk menyediakan tempat bagi umat yang percaya, dalam Yohanes 14:1-3 tertulis dalam ayat 2  …. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu, itu berarti bahwa Yesus yang terangkat ke Surga dengan tujuan untuk menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya dan setia kepada-Nya. Kemudian yang kedua adalah untuk mengutus Roh Kudus. Firman Tuhan dalam Yohanes 16:7 tertulis … tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Kemudian yang terakhir adalah untuk menyatakan kedatangan-Nya, yaitu dengan cara yang sama seperti ketika Dia terangkat ke Surga (Kis 1:11).
Kemudian pesan Yesus saat naik ke Surga adalah jalankan amanat agung ( Mat 28:18-19), menjadi saksi melalui sikap dan perilaku serta perbuatan, dan terakhir setia menanti kedatangan-Nya.

Minggu, 10 Mei 2015

Jika Tuhan Menghendakinya

Pembicara: Pdt. David

Yakobus 4:13-17
15 Sebenarnya kamu harus berkata: ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”


 Jika Tuhan menghendakinya pasti terjadi, manusia boleh merencanakan ini dan itu dalam kehidupannya akan tetapi segala sesuatu yang menentukan berhasil atau gagalnya rencana tersebut adalah Tuhan sendiri, bukan manusia itu sendiri.
Saudara, setiap orang punya rencana ini dan itu, tetapi janganlah lupa bahwa Tuhan yang menentukan semua. Hal itu karena manusia itu terbatas adanya tidak bisa melihat atau mengetahui apa yang akan terjadi esok atau bahkan sejam atau mungkin sedetik kedepannya manusia tidak tahu, sebab semuanya hanya Tuhan yang tahu. Maka dari itu firman Tuhan berkata dalam Yakobus 4:15 yaitu Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Artinya adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi itu adalah sekehendak dari pada Tuhan. Selanjutnya firman Tuhan dalam Mat 6:33-34 lebih ditekankan lagi mengenai hari esok dimana Tuhan berfirman bahwa carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya serta kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, dan hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Artinya bahwa karena segala sesuatu itu terjadi atas sekehendak dari pada Tuhan maka janganlah kuatir tentang hari esok sebab dalam satu hari mempunyai kesusahan dan kesukaannya sendiri.
Saudara banyak orang merencanakan hal ini dan itu, berusaha sedemikian rupa untuk memperkaya dirinya hingga ia lupa akan harta yang sesungguhnya yang harus ia miliki dan kekal adanya. Untuk hal ini firman Tuhan memperingatkan bahwa harta memang harus dimiliki karena memang masih hidup dunia karena memang diperlukan akan tetapi jangan lupakan mengenai harta yang kekal, karena ketika manusia itu mati maka harta yang dikumpulkan didunia itu tidak akan ada gunanya lagi (Lukas 12:19-21).
Berbicara mengenai masalah hari esok masa depan, banyak dijumpai orang-orang yang menurutnya bisa melihat atau meramalkan apa yang akan terjadi pada hari esok bahkan masa depan akan tetapi sesungguhnya lebih baik percaya dan berlindung kepada Tuhan dari pada percaya kepada manusia itu (Mazmur 118:8-9).

Jadi kesimpulannya berbicara mengenai hari esok tidak ada satu orangpun yang tahu maka dari itu janganlah sombong (Amsal 27:1). Namun jika Tuhan menghendakinya maka pasti terjadi.   

Ubahlah Sudut Pandang Kita

Pembicara: Bpk. Jusuf

Roma 3:23
 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Saudara pandangan kita sebagai manusia itu terkadang berbeda dengan manusia, hal itulah yang membawa kecelakaan bagi manusia, karena apa yang dipandang Allah itu baik, maka itu benar baik adanya bagi manusia dan apa yang dipandang baik atau benar belum tentu demikian dihadapan Tuhan. Maka dari itu dalam setiap tindakan perilaku kita sebagai manusia perlu bertanya kepada Tuhan apakah itu baik atau tidak untuk dilakukan. Kemudian apabila Tuhan memandang itu tidak baik maka kita perlu mengubah pandangan kita menjadi sama dengan pandangan Tuhan.

Mengubah pandangan kita untuk mengikuti pandangan Tuhan tidaklah mudah malahan terpandang buruk dimata kita sebagai manusia. Terkadang seseorang merasakan apa yang kita pandang itu jauh lebih mudah, enak, atau menyenangkan meski ujungnya adalah kecelakaan atau juga dosa dimata Tuhan. Kemudian terkadang apa yang Tuhan pandang itu baik, malahan dipandang seseorang itu tidaklah mudah atau tidak enak untuk dilakukan, tetapi itulah manusia.
Untuk lebih jelasnya didalam Alkitab banyak contoh yang dapat ditemui pandangan antara manusia dan Tuhan. Beberapa diantaranya adalah musa, elisa, dan abram dan lot saat berpisah. 
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa musa adalah anak angkat dari putri Firaun tetapi sebenarnya ia adalah anak dari bangsa Israel. Meskipun ia adalah anak angkat dari puteri Firaun namun ia lebih memilih menderita daripada menikmati kesenangan yang sementara (Ibrani11:24-26). Dalam hal ini musa memiliki pandangan yang sama dengan Tuhan dan ia mendapatkan suatu harta yang lebih besar daripada semua harta mesir meskipun musa harus menderita. Hal itu dilakukan musa karena musa tahu bahwa meskipun musa harus merugi atau menderita tetapi pengenalan akan Yesus atau mengikuti perintah Tuhan adalah jauh lebih mulia daripada semuanya (Fil 3:8).
Kemudian selanjutnya adalah Elisa dalam peperangannya melawan Aram. Pada saat itu pasukan Elisa lebih sedikit dari pasukan musuhnya. Menurut pandangan manusia memang pasukan Elisa akan mudah untuk dikalahkan atau di takhlukan. Tetapi pada saat itu Elisa tidak takut sebab Ia mempunyai pandangan bahwa Allah yang Ia sembah sanggup melakukan sesuatu untuknya, dan Elisapun berdoa meminta pertolongan dari Allah ( 2 Raja – Raja 6:15-17).

Kemudian dalam contoh yang terakhir ini adalah mengenai kisah Abram dan Lot yang berpisah, namun Abram seseuai dengan pandangan Allah akan tetapi Lot dengan pandangannya sendiri yang tidak sesuai dengan pandangan Allah, ia mendapat musibah (Kej 13:8-13).


Saudaraku cobalah mulai dari hari ini dari setiap tindakan dan perilaku maupun sudut pandangan hidup kita untuk menyesuaikan pandangan kita sesuai dengan pandangan Allah sebab pandangan Allah itu memikirkan kekekalan dan firrman Tuhan. 

Jumat, 24 April 2015

Penyangkalan Kebangkitan Yesus

Pembicara: Bpk. Chandra

Matius 28:15
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Yesus lahir, mati disalibkan, dan pada hari yang ketiga Yesus bangkit, dan kemudian Yesus terangkat ke Surga. Kita percaya akan hal itu, namun beberapa orang menyangkal atau tidak percaya akan kejadian itu, tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit.
Beberapa asumsi mengenai penyangkalan kebangkitan itu diantaranya adalah Yesus tidak bangkit, tapi mayatnya dicuri oleh tentara romawi, Yesus tidak bangkit, tetapi bangun dari pingsannya, Yesus tidak bangkit, tetapi keluar dari persembunyianna, sedangkan yang disalibkan itu orang lain, Yesus tidak bangkit, tetapi hanya halusinasi, Yesus tidak bangkit secara jasmani hanya secara rohani.
Asumsi pertama Yesus tidak bangkit, tapi mayatnya dicuri oleh tentara romawi. Tetapi kenyataanya itu tidak benar, karena bagaimana bisa dicuri karena kuburannya dijaga ketat oleh tentara romawi dan ada batu besar yang menutupi lobang kuburnya.
Asumsi kedua Yesus tidak bangkit hanya bangun dari pingsannya, itu tidak benar. Hal itu bagaimana terjadi ketika seseorang yang disalibkan, disiksa, dicambuk hanya pingsan. Pastilah orang itu akan meninggal. Kejadian itupulalah yang dialami Yesus, dimana Ia disiksa, dicambuk, disalibkan, sehingga ia mengeluarkan darah.
Asumsi yang ketiga Yesus tidak bangkit tapi keluar dari persembunyiaanya sedangkan yang disalibkan itu orang lain, itu tidak benar. Hal itu karena secara logis tidak mungkin seorang prajurit salah dalam mengeksekusi seseorang penjahat dan semua yang ada disana mengetahui bahwa yang disalibkan itu adalah Yesus bukan orang lain.
Asumsi ke empat adalah Yesus tidak bangkit tapi semua hanya halusinasi saja. Itu lebih tidak benar. Halusinasi adalah sebuah khayalan atau sebuah imajinasi seseorang, tetapi semua yang terjadi pada saat itu bukanlah halusinasi tetapi adalah kejadian yang nyata.
Asumsi ke lima adalah Yesus hanya bangkit secara rohani bukan seara jasmani, itu tidak benar. Karena pada kenyataannya adalah Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya dan Yesus ikut makan dan minum bersama dengan para murid-Nya.

Itulah beberapa asumsi yang menyangkal kebangkitan Yesus dan hanya menyesatkan saja, janganlah dipercaya. Kemudian arti kebangkitan Kristus adalah musuh sudah dikalahkan, hutang sudah lunas, dan menunjukkan Yesus adalah anak Allah. 

Minggu, 19 April 2015

Rencana Tuhan yang Tidak Pernah Gagal

Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

Mat 27:46
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ”Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Dalam kehidupan seseorang mengiring daripada Yesus akan ada masanya orang tersebut akan merasa tidak berdaya dan serasa Yesus meninggalkan orang itu karena ia merasa masalah yang menghimpitnya jauh lebih besar dari pada kuasa Tuhan. Hal itu pernah dialami oleh Yesus sendiri pada masa dipuncaknya ketika Yesus disalibkan, dimana Yesus merasa bahwa Allah Bapa meninggalkan-Nya. Tetapi pada akhirnya Yesus menang karena Roh Allah yang ada didalam-Nya, sehingga Yesus sanggup berkata biarlah kehendak-Mulah yang terjadi. Hal itu menandakan adanya rasa syukur dalam hati akan segala kondisi yang terjadi, dan itulah yang Tuhan mau dalam kehidupan seseorang.
Saudara rencana Tuhan tidak akan pernah gagal atau dihalangi oleh siapapun. Rencana Tuhan terhadap kehidupan seseorang pasti terjadi, pasti digenapi. Apa yang sudah Ia rancangkan dalam kehidupan seseorang itu, Ia akan genapi semua, Ia akan wujudkan-Nya semua, tanpa ada satu kuasapun yang menghalangi, apalagi mengagalkannya.
 Saudara dari semula atau dari sebelum seseorang dilahirkan kedunia Allah sudah merancangkan kehidupan orang itu dari awal atau kelahirannya hingga pada akhirnya atau kematiannya. Kematian memang akhir dari segala sesuatu, setelah seseorang itu meninggalkan dunia maka ia tidak ada artinya lagi sebab jiwanya sudah pergi kehadapan Allah Bapa, maka dari itu selama hidup carilah terus Tuhan (Amos 5:6a).
Yesus sudah bangkit, Yesus sudah menang atas maut, Yesus sudah tidak ada lagi di kubur. Maka dari itu ada kemenangan, menang atas maut, menang atas masalah, dibebaskan dari dosa, dan merasakan hidup yang penuh kelimpahan dan kemenangan (Matius 28:8-10)


Jumat, 10 April 2015

Kekristenan yang Sejati

Pembicara: Bpk. Jusuf

Filipi 2:5
   Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus

Ada Kekristenan sejati dan yang hanya sekadar beragama Kristen. Sesungguhnya Kekristenan bukan hanya agama, bukan hanya tulisan agama yang ada di KTP. Tetapi kekristenan yang sesungguhnya adalah seseorang yang mau mencerminkan Kristus dalam perilaku hidupnya. Lantas termasuk yang manakah diri kita.
Dahulu kala Kristus telah datang ke dunia dengan suatu misi yaitu untuk menghapus dosa manusia (Yoh 1:29) dan itu telah Dia lakukan dengan mati diatas kayu salib dan pada hari yang ketiga Dia bangkit dengan membawa kemenangan bagi orang yang mau percaya kepada Dia. Semasa Yesus didunia, Yesus telah mengajarkan banyak hal, terutama Dia mengajarkan mengenai kasih-Nya kepada semua orang. Kemudian saat ini Yesus mau saudara dan saya melakukan seperti apa yang telah Yesus ajarkan, salah satunya adalah kasih.
Banyak hal yang termasuk dalam kasih, beberapa diantaranya adalah janganlah mendendam (1 Yoh 3:15), jangan membunuh dan jangan berzinah (Matius 5:21-22;27:28) dsb. Kemudian lebih dari itu firman Tuhan dalam 1 Kor 13:3-8 mengajarkan banyak hal tentang kasih, dimana kasih itu sabar, murah hati, tidak bersukacita atas kesusahan orang lain, tidak cemburu dll.

Semua itu dituliskan dalam firman Tuhan supaya kita semua mulai belajar mengenai kasih dan jangan berbuat dosa lagi (1 Yoh 2:1) sebab kita semua adalah umat yang dipilih Tuhan, yang dikuduskan-Nya, yang diambil dari kegelapan menuju kepada terang-Nya yang ajaib.  (1 Pet 2:9)  

Jumat, 03 April 2015

Kuatkan dan Teguhkan Hatimu, Jangan Takut dan Tawar Hati, S’bab Tuhan Allah Menyertai Engkau

Pembicara: Pdt. David

Yosua 1:1-9

     7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hokum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kenan atau ke kiri, supaya engkau beruntung ke mana pun engkau pergi.

Kehidupan akhir-akhir ini tidaklah menentu, semuanya cepat berubah, banyak kabar-kabar yang mencenangkan, semuanya cepat berubah, harga barang pokok naik dan terus menaik, semuanya tidak ada kestabilan dan kepastian, dan semua itu membuat iman seseorang akan menjadi lemah dan goyah.

Namun saudaraku, saat ini firman Tuhan berkata bahwa kuatkan dan teguhkan hatimu, s’bab Allah menyertaimu. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan firman Tuhan, janganlah menyimpang, supaya engkau beruntung. (Yosua 1:5-7).

Sepeninggalnya musa maka kepemimpinan rakyat Israel menuju kepada tanah yang telah dijanjikan Tuhan beralihlah kepada Yosua. Yosua adalah orang yang telah Tuhan pilih untuk memimpin rakyat Israel menggantikan musa. Tetapi sebagai manusia biasa mungkin Yosua tidak akan mampu melakukan hal itu, namun firman Tuhan yang datang kepada Yosua menjadi kekuatan dan pegangan baginya untuk melakukannya.
Saudaraku mungkin dalam kehidupan saudaraku, banyak hal bisa membuat saudara menjadi tawar hati. Tawar hati adalah suatu kondisi dimana manusia kehilangan pengharapan akan kehidupannya dan kehidupannya tidak ada gairah ataupun semangat lagi. Beberapa hal yang bisa membuat saudara tawar hati adalah kekecewaan, kegagalan, kepahitan dll.

Namun saudaraku ingatlah janganlah menyerah dengan kondisi apapun, meskipun itu adalah kondisi yang tersulit, janganlah menyerah, s’bab Allah menyertai saudara semua, tetaplah lakukan apa yang ada didalam firman Tuhan, jangan menyimpang, hingga saudaraku melihat suatu pelangi yang indah yang Tuhan pancarkan dalam kehidupan saudara.