Rabu, 26 Februari 2014

5 Hal tentang Kematian

Pembicara: Bpk. Chandra

          Lukas 13:1-5
“ Bukan Bagaimana Cara Orang Mati tapi BAGAIMANA CARA ORANG ITU HIDUP ”

Bukan bagaimana cara orang mati tapi bagaimana cara orang itu hidup, ungkapan tersebut berarti bahwa yang terpenting adalah bagaimana cara orang itu hidup dan mengakhiri hidupnya tetap didalam Tuhan.
Kehidupan memang singkat, tidak ada yang tau berapa lama seseorang hidup didunia. Itulah alasanya bahwa yang penting adalah bagaimana cara orang itu hidup, karena kematian adalah akhir, berikut adalah beberapa hal mengenai kematian yaitu:
a.       Roh dan Tubuh berpisah, dimana Roh akan kembali kepada Bapa dan Tubuh akan kembali ke dalam tanah (Pengkhotbah 12:7).
b.      Hubungan Kekerabatan yang Berakhir, ya setelah kematian memang, hubungan kekerabatan itu sudah berakhir dan tidak ada lagi (Lukas 16:19:31).
c.       Lepaslah Semua Harta Benda, maksudnya adalah harta benda itu tidak akan dibawa mati (1 Tim 6:7-8).
d.      Semua Rencana akan Selesai/Berakhir (Lukas 12:16-21 & Wahyu 14:13).
e.       Semua Pengharapan atas Keselamatan Berakhir ( Lukas 16:26 & Kisah para Rasul 4:!2).


Persekutuan...

Pembicara: Pdt David

          Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Manusia adalah mahluk sosial, yang dalam kehidupannya saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya suatu persekutuan dalam kehidupan setiap manusia, supaya bisa saling berinteraksi, berbagi, dan menguatkan di dalam Tuhan.
Undanglah Yesus dalam setiap persekutuan, meskipun hanya dua orang sebab seperti apa yang tertulis dalam Matius 18:20 yaitu sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”. Namun meskipun saudara mengambil waktu untuk berdoa secara pribadi, Yesus juga hadir dan mendengarkan apa yang saudara doakan.
Masalah ada, bukanlah suatu kutuk, karena memang Allah adalah Allah yang mengasihi bukan yang mengutuk. Masalah itu adalah suatu proses cara yang dipakai Tuhan untuk memproses dan membentuk setiap orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Masalah ada bukan untuk disesali namun untuk diselesaikan bersama dengan Yesus.
Seperti yang tertulis diatas bahwa masalah bukan untuk disesali namun usahakanlah syukur keluar dari mulut kita dan tetap percaya bahwa ada jaminan Tuhan yaitu berhasil dan ada kedamaian jika tetap berdoa dan percaya serta mengandalkan Tuhan (Mazmur 1:1-7, Yosua 1:8-9, dan Roma 14:17-18).

Jangan remehkan suatu persekutuan, s.bab meskipun hanya dua orang Yesus hadir. Contoh kecilnya adalah sebuah keluarga kecil, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, dimana mereka yang berkumpul untuk berdoa bersama, saling berbagi, itu juga merupakan suatu persekutuan kecil, dan Yesus ada didalamnya. Kalau di dalam keluarga saja Yesus hadir, apalagi di gereja sini. Yesus pasti hadir. Dimana kita disini hadir dalam suatu persekutuan, kita memuji dan membesarkan nama Tuhan untuk mengucap syukur pada Tuhan, mendengarkan firman Tuhan yang didalam-Nya terkandung berkat jaminan akan janji Allah seperti yang tertulis diatas mengenai masalah. Akhirnya kita pulang mendapatkan damai sukacita dan kekuatan yang baru.

Kamis, 20 Februari 2014

Tetap Pegang Firman Tuhan

Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

          1 Samuel 7:39-40
38) Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga dikepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. 39) Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: ”Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. 40) Lalu Daud mengambil tongkatnya ditangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbanya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang filistin itu.


Pada saat itu orang – orang Israel sedang berperang dengan bangsa filistin, kemudian salah satu dari orang filistin itu ada yang bertubuh besar dan kuat yang digoliat. Sehingga membuat pasukan Israel menjadi gemetar.
Pada awalnya Daud maju berperang dengan mengenakan pakaian perang sebagaimana layaknya seorang prajurit istana dengan perlengkapan perangnya. Namun Daud menolaknya sebab ia belum pernah mencobanya. Tetapi Daud juga tidak pergi tanpa persiapan namun dengan hikmat dari Allah Daud mengambil tongkatnya dan pergi ke sungai mengambil 5 batu yang licin serta umbannya yang dipegangnya.
Meskipun pada saat itu Daud tidak datang dengan perlengkapan perang yang sebagaimana layaknya seorang prajurit yang mau berperang, dan ia dihina dan ditantang oleh Goliat (1 Sam 17:43) Daud tidak gentar, sebab ia tau bahwa Allah menyertainya, Daud berkata aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu (1 Sam 17:45). Sehingga akhirnya Daudpun dimenangkan oleh Allah.
Hidup ini penuh tantangan, rintangan, cobaan, ujian dan lain – lain yang terkadang terasa diluar batas kemampuan kita sebagai manusia. Kegagalan, kecewa, sedih, kuatir adalah hal yang membuat tidak ada damai dihati dan tidak ada rasa syukur.
Namun jangan takut dan jangan gelisah, Daud dalam menghadapi Goliat yang besar itu ia tidak takut sebab Daud tau bahwa Allah menyertainya, ia tetap pegang tongkatnya yaitu firman Allah. Demikian pula kita sebagai manusia dalam menghadapi hidup dizaman yang makin ‘tak menentu ini tetaplah berpegang pada fiman Tuhan dan jangan lari dari pada Tuhan.
Janganlah mengeluh akan hidup sebab Tuhan tidak menyukainya lebih baik menyelidiki hati dan mengoreksi hidup dan cepat berpaling kepada Tuhan (Ratapan 3:39-44, Amsal 15:3,9).





































Senin, 10 Februari 2014

Ketaatan pada Ketetapan dan Perintah

Pembicara: Bpk. Jusuf

          Lukas 1:5-6
6) Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.


Peraturan dan ketetapan dibuat untuk ditaati dan dipatuhi serta dilakukan bukan untuk dilanggar. Peraturan dan ketetapan dibuat dengan maksud baik yaitu untuk membuat semuanya menjadi teratur dan rapih. Coba dibayangkan jika dalam kehidupan ini tanpa peraturan dan ketetapan, pasti semua orang bisa melakukan apa yang ia mau, tanpa peduli dengan orang lain.
\



Demikian pula Tuhan membuat ketetapan – ketetapan dengan maksud yang baik supaya kehidupan itu lebih indah dan menuju pada keselamatan yang Ia janjikan. Maka dari itu janganlah membantah atau melanggar segala yang telah Tuhan tetapkan. S’bab seperti yang tertulis dalam Ayub 9:4 yaitu Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat?. S’bab itu haruslah tetap mengasihi Dia dan lakukanlah apa yang Tuhan telah tetapkan. S’bab Tuhan sendiri bukan Tuhan yang tidak berkuasa, tapi hingga saat ini kita telah melihat segala perbuatan tangan Tuhan yang begitu luar biasa bagi kita, bagi setiap orang yang mengasihi Dia dan tetap berpegang pada apa yang Tuhan telah janjikan (Ul 11:1-4).

Seperti pada pernyataan diatas bahwa ada janji Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi dia, bagi setiap orang yang tetap berpegang pada ketetapannya, bahwa ada janji – janji berkat yang melimpah dan mengangkatnya terus menjadi kepala bukan menjadi ekor (Ul 28:3-7).

Kemudian bukan hanya kepada ketetapan Tuhan saja kita harus tunduk, namun juga kepada pemerintah, pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah – pemerintah yang menjadi atasan kita, sebab mereka sebenarnya telah ditunjuk dan ditetapkan oleh Tuhan, sebab pada dasarnya pemimpin ditunjuk bukan untuk menikmati segala fasilitas yang ada atau untuk berbuat seenak – enaknya tetapi untuk bertanggung jawab kepada bawahannya, pemimpinlah yang mengatur agar segala sesuatu itu berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana, sehingga bawahannya merasa nyaman (Roma 13:1 & Ibr 13:17).

Kemudian selain kepada Tuhan dan pada pemerintah atau pemimpin bagi anak – anak juga haru taat kepada orangtuannya, karena bagaimanapun juga orangtua telah melahirkan dan menjadi wali dari Tuhan serta itulah yang indah bagi Tuhan (Kol 3:20).

Terakhir s’bab Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Akhirrnya segala kemuliaan hanya bagi Allah, Bapa (Fil 2:8-11).






Selasa, 04 Februari 2014

Pola Hidup dari Tuhan (Diselamatkan karena Iman)

Pembicara: Pdt. David

          Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat.


Pola pikir adalah pola yang terbentuk dalam diri kita sendiri yang nantinya juga bisa menentukan setiap langkah dalam kehidupan kita, begitupun dalam setiap menghadapi masalah ataupun persoalan.
Dalam hal ini pola pikir itu bisa mengendalikan juga dalam setiap tingkah laku kita. Jika pola pikir kita baik maka menghasilkan yang baik dan jika pola pikir kita buruk maka akan menghasilkan yang buruk pula.

Sebaiknya pola pikir kita dibentuk atas dasar dari firman Tuhan. Dimana jika didasarkan dari firman Tuhan maka akan menghasilkan yang baik. Pertama bentuklah pola pikiran kita itu adalah keselamatan atau pembenaran yang kita terima saat ini karena iman kepada Yesus Kristus, bukan karena perbuatan baik kita. (Galatia 2:15-21).

Selanjutnya adalah berdasarkan firman Tuhan dalam Filipi 4:8 yang tertulis Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Yang bearti bahwa secara kasarnya adalah pikirkanlah yang enak – enak dan optimislah, janganlah pikirkan masalah atau pesimis, tapi pikirkan apa yang Yesus katakan dalam firman-Nya yang menjadi jawaban atas masalahmu.

Sehingga pada akhirnya adalah dengan terbentuknya pola pikir yang kuat dan benar serta tertuju pada Kristus Yesus maka kita tidak akan mudah diombang ambingkan oleh pengajaran sesat (Efesus 4:14-15).

Sebagai tambahan sebagai pelayan-pelayan Tuhan marilah kerjakan dengan baik dan sungguh serta tulus hati apapun talenta kita atau apapun pelayanan apapun yang telah kita percayakan kepada kita, entah itu sebagai WL, singer, pemain musik, pemegang OHP atau apapun talenta yang kita miliki, mari kembangkan dan kembalikan untuk Tuhan (Matius 25:14-15) dan janganlah lupa untuk saling mengasihi (1 Yoh 3:13-15). Sekian dan Terimakasih, Tuhan Memberkati.

Rabu, 29 Januari 2014

Belas Kasih Tuhan terhadap Orang yang Mencari Tuhan

Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

            Markus 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.


Dalam cerita yang dikisahkan dalam markus 6: 32-44. Digambarkan bahwa Yesus bisa mengadakan muzizat, bisa memperlengkapi yang kekurangan, dan yang penting bahwa Yesus itu murah hati, hati-Nya penuh belas kasihan terhadap orang – orang yang sungguh – sungguh mencari Dia.
Saudara dan saya tentu sudah mengetahui bahwa Yesus itu murah hati, Yesus itu penuh dengan belas kasihan, karena kalau Yesus tidak demikian maka kita tidak ada sampai sekarang ini, semua yang ada didalam diri kita adalah pemberian dari Tuhan karena belas kasihan Tuhan.
Didalam dunia sekarang – sekarang ini dunia sedang menuju kepada kehancuran, dimana setiap hari, ada – ada saja kabar – kabar yang membaut hati tidak merasa ada ketenangan, tidak ada sukacita lagi dan tidak ada rasa damai lagi. Tetapi saat – saat ini Yesus sedang mempehatikan, Yesus mau memperlengkapi, Yesus mau menolong, dan Yesus mau mengangkat setiap kegelisaahan itu menjadi sukacita.
Di kisah ini juga para orang dari berbagai kota datang berbondong  - bondong mencari Yesus dengan sungguh – sungguh dan Yesuspun mau menghampiri dan mengajar banyak hal kepada mereka, itu semua karena hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, dan Ia tahu mereka itu seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Dan sebagaimana yang kita tahu bahwa domba mengenal suara gembalanya dan gembalanya mengenal domba – dombanya.
Yesus adalah gembala yang baik, sebagaimana yang dikatakan dalam Alkitab maupun lagu – lagu pujian yang sering dinyanyikan. Karena Yesus adalah gembala yang baik maka Yesuspun mengenal domba – domba-Nya dan domba – domba-Nyapun mengenal gembalanya yaitu Yesus.
Kemudian dalam kisah ini juga karena Yesus adalah gembala yang baik maka Yesus tidak akan menelantarkan mereka begitu saja selepas mengajar, tetapi Yesus memperhatikan bahwa pada saat itu hari sudah malam dan mereka belum makan.
Dalam kehidupan sehari – hari kitapun demikian Yesus selalu memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan dan keperluaan dari setiap domba – domba-Nya dan ‘tak pernah dibiarkan-Nya itu domba – domba-Nya mengalami kekurangan, sebab Yesuspun sudah menjamin-Nya. Akan tetapi bagaimakah kita berhadapan dengan Tuhan?. Mari kita belajar dari kisah ini.
Dalam kisah ini diajarkan bahwa mereka duduk berkelopok diatas rumput yang hijau dan mereka melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, berdasarkan markus 6:40 bahwa ada yang sekelompok itu ada yang seratus dan ada yang limapuluh.
Seperti yang digambarkan dalam kisah tersebut bahwa Tuhan mau ada kerendahan hati saat menghadap Tuhan dalam doa, sebab Tuhan senang dengan orang yang rendah hati.
Akhirnya seperti biasa bahwa Tuhan itu sanggup mengadakan muzizat. Hal – hal yang terlihat bahwa itu mustahil dihadapan manusia, itu menjadi tidak mustahil dihadapan Tuhan dan hal – hal yang dikatakan sulit, tidak mungkin, tidak bisa tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, s’ba Tuhan memberikan kekuatan bagi setiap umat-Nya untuk bisa melaluinya dan melaluinya itu bersama Yesus dan hasilnya tentu adalah kemenangan sesuai dengan apa yang telah Ia firmankan.
Sama hal nya seperti yang digambarkan dari kisah ini bahwa dari 5 roti dan 2 ikan bisa memberi makan limaribu orang laki – laki dengan sisa 12 bakul penuh.
Sebagai saran dari pembawaan firman pada minggu 19 januari 2014, bahwa janganlah tinggalkan Tuhan, jangan tinggalkan peribadahan yang ada, sebab Yesus saat ini sedang memperhatikan saudara dan saya serta Yesus sudah menjamin semua yang menjadi kebutuhan setiap anak – anak-Nya. Intinya Percaya.... Percaya... dan Percaya kepada Tuhan dan janganlah tinggalkan Dia.


Jumat, 24 Januari 2014

Janganlah...

Pembicara: Ibu Pdt. Keintjem

            Amsal 3:3-4
3) Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu. 4) maka engkau akan medapat kasih dan penghargaan dalam padangan Allah serta manusia.


Tahun baru, awal baru. Ditahun ini tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi. Persoalan apa atau masalah apa atau apa yang akan terjadi ditahun ini tidak ada yang tau.
Anak – anak Tuhan janganlah melupakan apa yang Tuhan ajarkan dan lakukanlah apa yang Tuhan ajarkan. Sebab didalam ajaran Tuhan itu ada damai sejahtera, yang membuat hati merasa tenang dan nyaman dalam situasi sulit sekalipun.
Selain jangan melupakan ajaran Tuhan maka jangan tinggalkan kasih dan setia itu hilang dari diri kita, tetapi kalungkan itu pada lehermu dan tuliskan itu pada loh harimu yang berarti bahwa kalungkan pada lehermu, supaya orang disekitar kita itu bisa melihatnya, serta tuliskan pada loh hatimu adalah supaya kita tidak melupakanya. Karena upahnya adalah sebuah penghargaan bukan hanya dari pada manusia juga dalam pandangan Allah.
Diera ini yang semakin berkembang disegala sisi, hendaknya janganlah bersandar pada pengertian sendiri, ingatlah bahwa pikiran manusia itu punya batasanya, dimana pada batasan tertentu, jika melebihi batasan itu maka akan terasa pusing dan lelah serta hasilnya adalah jalan yang berliku dan kegagalan.
Tetapi yang paling baik adalah percayakan kepada Tuhan dan akuliah Tuhan dalam setiap lakumu dan Tuhanpun akan meluruskan jalan kehidupan kita, artinya dimana dalam setiap jalan kita, dimana jika kita sukses dan berhasil hingga saaat ini janganlah semuanya itu oleh karna kita namun anugrah pemberian dari pada Allah saja., dan percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan janganlah ragu, (Amsal 3:1-8)

Selanjutnya seperti yang tadi telah tertulis diatas bahwa janganlah menganggap bahwa semua yang kita dapat itu karena kita dan mengganggap bahwa kita bisa melakukan segala sesuatu, sbab hal itu tidak berguna dan menjadi sombong, tetapi takutlah akan Tuhan dan jauhi kejahatan, sbab hal itu akan membawa kesegaran bagi kehidupan kita dan akan menghindarkan kita dari jerat, sbab Allah yang menjadi sandaran kita dan didalam Tuhan ada umur panjang dan kehormatan serta kekayaan, (Amsal 3:16 & 26).