Date and Time

Kamis, 23 Mei 2013

Diberkati untuk Memberkati


Pembicara: Pdt David

Amsal 11:24-25
        24) Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,…… 25) Siapa yang banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,……

        Saudara dan saya telah diberkati Tuhan luar biasa dalam kehidupan sehari – hari. Baik dari segi materil, kesehatan atau apapun. Tuhan Yesus telah memberikan teladan – teladan yang baik bagi saudara dan saya. Salah satu yang Tuhan Yesus teladankan bagi saudara dan saya adalah tentang kasih – Nya yang sangat luar biasa serta murah hati.

            Sebagai saksi – saksi Kristus, saudara dan saya harus bisa membagikan kasih Yesus terhadap yang lain agar semua orang dapat merasakan bahwa kasih Yesus itu nyata. Salah satu cara untuk menunjukan kasih Yesus nyata bagi yang lain adalah dengan cara murah hati seperti yang telah Yesus ajarkan.

            Murah hati disini artinya adalah tidak pelit, yaitu bagaimana saudara dan saya dapat memberkati yang lain, karena sesuai dengan apa yang firman Tuhan katakan bahwa saudara dan saya diberkati adalah untuk memberkati. Banyak contoh telah tertulis didalam Alkitab mengenai diberkati untuk memberkati. Salah satu contohnya adalah mengenai orang kaya yang sulit masuk surga, jika diperhatikan dalam cerita tersebut adalah Tuhan menyuruh untuk membagikan hartanya bagi orang – orang miskin (Markus 10:17-27). Dan masih banyak lagi cerita – cerita ataupun perkataan – perkataan  yang Tuhan tuliskan seperti dalam Amsal22:9, Ulangan 15:11,

Sebenarnya saudara – saudara harta yang ada dibumi ini tidak kekal adanya dan firrman Tuhan juga sudah memperingatkan tentang hal orang yang suka mengumpulkan harta dibumi dan tidak memperhatikan hartanya yang di sorga yang kekal itu, hal itu tertulis jelas dalam 1 timotius 6:17-21. Selain itu firman Tuhan juga berkata bahwa lebih baik sedikit barang dengan diserti takut akan Tuhan, daripada banyak harta disertai dengan kecemasan. (Amsal 15:17).

            Memberi disini bukan hanya sekadar materi, melainkan juga penyerahan diri. Maksudnya adalah penyerahan diri penuh kepada Allah, supaya rencana – rencana Allah dapat digenapi dan saudara dan saya adalah alat – alat-Nya seperti yang tertulis dalam 2 Kor 8:4-15. Yaitu dimana ditekankan bahwa memberi penuh kepada Allah untuk dipanggil sesuai dengan rencana – Nya. Lebih jelasnya adalah pemberian diri penuh kepada Allah untuk menjadi alat – alat pekerjaan – Nya di rumah – Nya yang kudus (1 Tim 6:17 – 21).

            Memberi juga bukan hanya dalam keadaan berlebih, Yesus juga mengajarkan bagaimana dalam keadaan kekurangan, saudara dan saya juga bisa memberi (1 Raja – Raja 17:7-12)

            Jadi yang perlu diingat dalam hal ini bukan dalam bentuk apa atau seberapa besar bantuan yang bisa diberikan, yang bisa diukur dalam satuan mata uang. Tetapi yang terpenting adalah perlunya hikmat dalam hal memberi agar apa yang dilakukan ini bisa berharga dimata Allah bukan untuk pamer atau dipuji manusia. Karena banyak sekali manusia memberi hanya untuk pamer semata dan firman Tuhan juga telah mencontohkan dalam hal orang kaya yang memberi banyak ke dalam rumah pembendaharaan Allah namun tidak berkenan, tetapi orang miskin yang memberi sedikit namun berkenan dimata Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar